Senin, 25 September 2017
Hujan untuk senja
Kau selalu bercerita tentang bagaimana pertama kali kau menyukai hujan saat senja, kau memberitahuku dan memaksaku untuk menyukainya.
Aku menolak, aku tak suka hujan, aku juga tak suka senja karna aku menyukai malam. namun berulangkali kau mengetuk pintu rumahku dan menyeret ku untuk pergi ke bukit sekedar menikmati hujan saat senja.
aku mulai menyukainya saat kau tertawa menikmati buih rintik hujan dan cahaya jingga sang senja yang menerpa tubuhmu, ahh.... kau begitu tampan mempesona. kau mendekat memegang tanganku dan memeluk erat ragaku, detik itu juga aku menyukai hujan saat senja juga dirimu.
sering kau mengatakan bahwa senja adalah aku, begitu lembut dan menenangkan sedangkan hujan adalah dirimu, menyejukan dan selalu datang tiba-tiba.
ingatkah kau dengan semua kenangan kita dulu?
setelah kita bermain hujan kau selalu mengajakku ke rumah mu, meminjamkan setelan piyama untukku juga warna yang senada untuk mu.
kau mengajarkan ku membuat susu yang dicampur dengan remukkan oreo, sekedar untuk menghangatkan dan bercerita bahwa hujan ditakdirkan untuk senja seperti kita.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar