Selasa, 09 Juli 2019

1:49 AM

Tuan..
Sebelum malam ini terlanjur pergi, aku ingin mencintaimu sekali lagi, dimulai dari ujung rambutmu hingga ke ujung jari kakimu.

Tuan.. Lihatlah
Jatuh cinta terlalu rumit bagiku, terlalu banyak perasaan-perasaan asing yang hadir tiba-tiba. Aku mencintaimu layaknya bulan mencintai malam, memberi tanpa pernah berharap kembali, namun kau tetap menjadi sore, datang sebagai jingga senja yang merekah lalu membuatku jatuh cinta.

Tuan..
Betapa miskinnya cintaku, betapa pengecutnya aku menginginkanmu tanpa pernah memberitau padamu, maka biar puisi sampah ini menjadi saksi apa yang pernah ku inginkan tanpa pernah terucap.

-Wnd

Tidak ada komentar:

Posting Komentar